Setiap kampus pastinya punya cara yang berbeda-beda dalam mempromosikan kampusnya. Baik itu hanya menggunakan promosi berupa ‘tulisan’ dengan memasang poster atau spanduk di berbagai tempat, mendatangi tiap-tiap sekolah, ataupun dengan memanfaatkan media internet.

            Nah, berbicara masalah promosi kampus, maka kampus Institut Parahikma Indonesia(IPI), yang merupakan kampus dengan motto “berperadan, cerdas dan terampil”-pun tak kalah dengan kampus-kampus lainnya untuk merekrut calon mahasiswa di berbagai tempat.

            Boleh dikata, kampus yang didirikan oleh Prof. Dr. H. Azhar Arsyad ini dalam mempromosikan kampus dianggap langka dan unik. Kenapa? Karena hampir seluruh kampus yang ada di Indonesia, bahkan dunia, sebagian besar tidak mengikusertakan staf dan dosen kampus untuk mencari calon mahasiswa. Tapi tidak dengan IPI, tidak ada kata ‘gengsi’ jika itu kebaikan.

            Institut Parahikma Indonesia melakukan promosi dengan mengikutsertakan  staf maupun dosen, tidak hanya sebatas mahasiwa. Sehingga inilah yang menjadi nilai plus bagi kampus yang bertempat di Gowa-Makassar tersebut.  Coba kita perhatikan promosi-promosi kampus lain, tak ada staf apalagi dosen yang ikut serta.

            Kalau kita mau membandingkan dengan kampus-kampus lain ketika masa ‘peningkatan jumlah mahasiswa’, IPI pastinya lebih agresif dan cekatan. Bukan karena ‘butuh mahasiswa’ atau karena masih baru, melainkan pejuang-pejuang yang ada disana mempunyai tekad yang kuat dan bulat, ditambah dengan semangat muda yang masih membara, walaupun beberapa di antaranya sudah ada yang berkeluarga.

            Namun hal itu tidak menjadi pengahalang, karena Institut Parahikma Indonesia lebih menekankan kepada pentingnya kualitas, bukan formalitas.

            Sampai saat ini, tim sosialisasi Parahikma sudah menjelajahi beberapa daerah yang ada di daerah Makassar-Gowa maupun luar daerah, seperti Pinrang, Jeneponto, Sinjai, Sidrap,  Bulukumba bahkan sampai ke Polman dan Majene, Sulawesi Barat. Hal ini menandakan bahwa semangat 45 masih terpatri di dada tiap-tiap pejuang kampus.

            Yang membuat uniknya lagi, dosen tamatan luar negeri sekalipun turut terjun langsung ke lapangan dalam mempromosikan kampus, sehingga tak hanya sekedar teori tapi juga dengan bukti. Jika dilihat dari segi kualitas, Institut Parahikma Indonesia memilikinya, namun bukan berarti harus menjatuhkan nama kampus-kampus lain yang sudah tenar. Sebab kenapa?, berperdaban, cerdas dan terampil adalah patokannya.

            Jika dilihat dari urutan kata tersebut, kata ‘berperadaban’ berada pada urutan pertama daripada kata ‘cerdas dan terampil’. Dan ini menandakan bahwa yang harus dimiliki oleh masyarakat IPI terlebih dahulu adalah ‘etika’ atau adab. Karena cerdas dan terampil saja tidak cukup untuk menjadi manusia yang baik.  

            Dengan modal ikhlas dan semangat, PMB Institut Parahikma Indonesia  berharap agar apa yang telah diusahakan dengan keringat dan cuaca yang kadang tak mendukung bisa membuahkan hasil, karena pada hakikatnya, tidak akan ada manis tanpa pahit yang mendahuluinya, tak ada kesuksesan tanpa perjuangan dan semua itu melalui proses. Karena dengan demikian, kelak kita tidak akan merasakan pahitnya empedu, tapi merasakan manisnya madu.

            “Kuliah di kampus lain itu berat, di IPI aja”. Jangan mempersulit jika ada yang mudah, jangan cari yang mahal jika ada yang murah, dan jangan banyak mikir, IPI aja. PENDAFTARAN MASIH TERBUKA. 😀

Author

"Gantungkankah cita-citamu setinggi langit, walaupun jasadmu ada di bumi"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *