Foundraising

Doa saja pastinya tidak cukup bila tanpa usaha yang maksimal. Salah satu program studi di Institut Parahikma Indonesia(IPI) melakukan penggelangan dana dalam rangka kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang akan diadakan di kampus 2 IPI bulan mendatang.

Mengetahui ada jalan sehat Sul-Sel jaya yang diaadakan di lapangan Karebosi, Makassar (22/10), Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (HMJ MPI) Institut Parahikma Indonesia (IPI) memanfaatkan momen ini dengan menjajahkan dagangannya.

Adapun dagangan yang dijual oleh mereka adalah es teh dan pisang cheese. Salah satu dari mereka mengatakan, “ usaha yang dilakukan ini bukan hanya berharap pada hasil, tapi kerjasama dan solidaritas jauh lebih penting”, ucap Nur. Azizah. S, bendahara HMJ MPI sekaligus koordinator lapangan yang turut serta dalam penggelangan dana tersebut.

Ada 19 orang yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, dan beberapa di antaranya adalah dari kalangan mahasiswa yang masih berada di semester awal. Namun semangat mereka membantu HMJ dinilai positif dan menjadi pelajaran baru buat mereka bahwa uang tidak mudah didapatkan. Salah satu di antara mereka memberikan pendapatnya mengenai kegiatan ini, “ Penggelangan dana yang dilakukan oleh HMJ sangat seru, karena baru kali ini saya berjualan dengan berjalan menelusuri lapangan. Ini adalah pengalaman buat saya bersama dengan teman-teman yang lainnya”, ucap Fatimah Rupik, salah satu mahasiswa semester 1 yang juga ikut berpartisipasi.

Panas yang menyengat, ributnya suara dari ratusan orang bahkan ribuan tidak menjadi penhalang bagi mereka.  Sekitar 4 jam berjualan di lapangan dan juga pelataran, akhirnya mereka berhasil mendapatkan hasil dari jerih payah mereka, semua dagangan habis terjual di tengah-tengah banyaknya orang yang hadir.

Dilla, yang merupakan ketua panitia LDK bulan mendatang menuturkan bahwa kerjasama tim sangatlah penting dalam suatu kegiatan, salah satunya adalah penggelangan dana, menjajahkan barang dagangan dengan tidak berdiam diri. Selain itu, hubungan persaudaraan bisa terjalin dengan erat dengan adanya kegiatan ini, apalagi bukan hanya dari HMJ yang turut serta, namun juga beberapa dari mahasiswa baru. “Ada satu pengalaman yang tak bisa kami lupakan, yaitu ketika kami berjualan, ada seorang kakek tua renta yang sangat kehausan. Kakek tersebut ingin membeli es teh kami, namun ia tak punya uang. Maka dengan ikhlas kami memberikannya secara gratis dan juga makanan yang kami jajahkan. Kami harap dengan membantu kakek tersebut bisa menjadi berkah buat kami dan pastinya bernilai pahala”, jelas Dilla dengan menceritakan pengalamannya.

Kegiatan yang mengandalkan kerjasama dan solidaritas jauh lebih baik daripada hanya sekedar teori. Karena lebih banyak banyak aksi lebih baik daripada banyak teori.

Program studi Manajemen Pendidikan Islam sendiri bertitikfokuskan pada ungkapan Prof. Dr. Azhar Arsyad, MA. yang mengatakan “pay peanuts get monkeys”, maknanya, seseorang akan menghasilkan apa yang diinginkannya sejauh mana ia berusaha. Itulah alasan kenapa kerjasama dan solidaritas sangatlah diperlukan, tak hanya sekedar teori tanpa bukti. Jadi, kalau kita bisa melakukannya secara bersama, rela jatuh-bangun bersama, dan siap melewati rintangan yang ada, kenapa tidak untuk kita lakukan. Suatu kelompok akan kuat jika individu di dalamnya punya solidaritas yang tinggi, bukan hanya eksensitas semata.

Penggelangan dana yang telah berjalan akan berlangsung pada waku yang telah ditentukan bersama. Kemarin adalah hari yang sudah lewat dan menjadi pengalaman buat para calon manajer, dan esok adalah hari untuk membuat hal-hal yang lebih baik dari hari kemarin.